Widget HTML Atas

Hosting Unlimited Indonesia

Apa Itu Grafik, Candlestick dan Timeframe di Forex?


Ihsan Magazine - Dalam Trading Forex ada banyak bentuk grafik seperti line chart, bar chart dan candlestick yang paling populer, kenapa candlestick paling populer? karena lebih mudah untuk melihat harga tertinggi, terendah, candle bullish/bearish dan pola candlestick mudah dibaca untuk menentukan apakah akan anda retracment atau reversal.

Untuk Line chart sendiri lebih mudah digunakan untuk menentukan Support dan Resistance, dan Bar Chart biasanya digunakan untuk trader kelas atas alias profesional tingkat 5 dan tidak disarankan memakai bar chart untuk pemula.

Macam Macam Jenis Grafik

Line Chart

1. Grafik Garis (Line Chart) Line Chart merupakan type grafik forex paling sederhana yang dibentuk bersama menarik garis berasal dari satu harga penutupan (Close) ke harga penutupan berikutnya. Apabila dirangkai secara berkesinambungan, maka kami sanggup memandang pergerakan harga seperti dalam gambar berikut ini.


Anda Bisa Klik Disini untuk Daftar OctaFX Melalui Link Saya


Bar Chart

2. Grafik Batang (Bar Chart) Berbeda dengan Line Chart yang hanya berisi informasi harga penutupan (Close) saja, tipe grafik Batang sudah perhitungkan pula harga pembukaan (Open), dan juga dinamika harga tertinggi (High) dan terendah (Low). Karenanya, Bar Chart kerap juga disebut grafik OHLC (Open, High, Low, Close). Contohnya seperti gambar diatas.

Coretan di sebelah kiri batang mewakili harga pembukaan, tetapi coretan di sebelah kanan memperlihatkan harga penutupan. Bagian bawah batang memperlihatkan harga terendah, tetapi bagian atas merepresentasikan harga tertinggi, dalam kurun kala tertentu. 

Kurun kala mampu banyak variasi cocok bersama timeframe yang dipilih trader, mampu dalam 5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam, 1 hari, sampai 1 bulan. 

Grafik Candlestick (Candlestick Chart)


Jenis grafik Candlestick memuat rincian Info harga satu periode yang mirip bersama grafik Batang, tapi formatnya lebih cantik dan enak dibaca. OHLC ditampilkan di dalam bentuk menyerupai lilin, bersama sumbu terbuat berasal dari High dan Low, saat batang lilin mewakili selisih harga Open dan Close.

Bilamana harga Open lebih tinggi dibanding harga Close, bermakna berlangsung penurunan, supaya terbentuklah candle Bearish (berwarna merah). Sedangkan jikalau harga Open lebih rendah dibanding harga Close, bermakna berlangsung kenaikan, supaya terbentuklah candle Bullish (berwarna hijau). 


Anda Bisa Klik Disini untuk Daftar OctaFX Melalui Link Saya


Pengertian Time Frame 

Time Frame didalam forex adalah kurun kala khusus yang ditentukan sebagai jaman pengamatan pergerakan harga. Pada kurun kala yang berbeda, keadaan harga yang ditampilkan mampu diterjemahkan secara berbeda. 

Secara awam umpamanya, pasangan mata duwit EUR/USD melemah pada tempo 1 jam terakhir, tetapi menguat didalam satu hari terakhir. Semua ini akan keluar pada grafik forex, andaikan kita pengaruhi Time Frame yang terlampir. 

Menurut makna praktisnya, grafik forex terbentuk dari information pergerakan harga yang dihimpun didalam kurun kala (Time Frame) tertentu. Oleh karenanya, terkecuali Time Frame diubah, maka information pergerakan harganya mampu berganti. 

Sebagai contoh, perhatikan perbandingan pergerakan harga pada EUR/USD di Time Frame 1 Jam (Hourly/H1/M60) dan Time Frame 1 Hari (Daily/D1) tersebut ini. 



Pada grafik Candlestick di Time Frame 1 Jam, tiap-tiap candle melukiskan pergerakan selama 1 jam (harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah). 

Sedangkan pada Time Frame 1 Hari, tiap-tiap candle melukiskan pergerakan selama 1 hari penuh. Satuan Time Frame menunjukkan lamanya pas yang dibutuhkan untuk membentuk satu candlestick; sehingga grafik bakal berbeda-beda bergantung Time Frame-nya.  

Satuan Time Frame dalam forex yang paling kerap dipakai yakni 1 Menit (M1), 5 Menit (M5), 15 Menit (M15), 30 Menit (M30), 1 Jam (H1), 4 Jam (H4), 1 Hari (D1), 1 Minggu (W1), dan 1 Bulan (MN). 

Pada platform trading, umumnya di sediakan pilihan beberapa Time Frame, dan kita mampu berpindah-pindah untuk pilih Time Frame mana yang lebih sesuai untuk digunakan dalam kegiatan trading forex. 


Memilih Time Frame Dalam Forex 

Memilih Time Frame dalam forex itu gampang-gampang susah. Pada umumnya, trader memilih berdasarkan sistem trading yang digunakan. 

Contohnya:  

  • Trader Pengguna Sistem Scalping.  

Dengan sistem scalping, trader bisa membuka dan menutup transaksi dalam tempo cepat, atau bahkan hanya selang beberapa menit saja. Karenanya, trader seperti ini biasa menggunakan Time Frame M1, M5, atau maksimal M30. 

  • Trader Pengguna Sistem Day Trading.  

Sesuai namanya, "Day Trading" berarti membuka dan menutup transaksi forex dalam hari yang sama. Untuk Day Trading, biasanya digunakan Time Frame M30 sampai dengan H1, ditambah H4 atau D1 sebagai Time Frame pembanding. 

  • Trader Pengguna Sistem Swing.  

Dengan sistem Swing, trader boleh jadi membuka dan menahan transaksi sampai dengan beberapa hari, minggu, bahkan bulan. Oleh sebab itu, Time Frame yang dipakai berkisar antara H4 hingga W1 dan MN.

Ingat, Kita bisa trading dibanyak Timeframe dengan beberapa catatan seperti melihat dulu trend mingguan atau bulanan secara umum, jika tren secara umum naik anda bisa ambil posisi buy dan jika tren secara umum turun anda bisa ambil posisi sell.

Lalu anda bisa cari peluang trading yang berada di timeframe lebih kecil seperti di H4 dan H1, jika tren secara umum naik anda bisa ambil posisi buy, tetapi bukan berarti anda sama sekali tidak boleh membuka posisi sell.

Pasti ada disetiap kesempatan akan terjadinya pergerakan melawan trend, contoh nya ketika ada arus uptrend yang kuat, maka retracement minor ke arah bawah bisa menjadi peluang anda untuk trading potensial, Terakhir pantau timeframe yang lebih kecil seperti M15 atau M30 untuk entry.

Pengertian Candlestick

Candlestick bersama body yang berisi atau berwarna hitam, mengindikasikan harga Close lebih rendah daripada harga Open. Hal ini tunjukkan suasana bearish (harga tertekan sebab seller lebih kuat di pasar). 

Apabila candlestick tunjukkan body yang kosong atau harga Close di atas harga Open, bermakna harga pasar condong naik dan berbentuk bullish (harga meningkat sebab buyer lebih kuat di pasar).

Pada satu candle, terkandung anggota tengah yang disebut sebagai "body". Untuk anggota garis yang tipis, tergambar di anggota atas dan bawah body, maka disebut "shadow" atau "tail" (ekor).

Pola Pola Candle

Pola umum yang wajib diingat :

Pola Long Candle

Pola long candle adalah candlestick yang memiliki body yang cukup panjang signifikan serta memiliki closing price tidak kurang dari 75% dari range bodi keseluruhan candle tersebut(Syarat utama),

Morubuzo termasuk sebagai long candle juga, bedanya morubuzo tidak memiliki tail/shadow.

Cocok untuk semua Indikator

Tingkat Akurat: Tinggi

Pola Inside Bar



Inside Bar atau Harami merupakan pola candle yang unik dan memiliki potensi dalam menghasilkan banyak profit yang cukup baik, karena pola ini menunjukan adanya penurunan votalitas yang dalam waktu dekat kemudian akan disusul dengan munculnya sebuah votalitas yang cukup signifikan.

Cocok digabung dengan indikator Bollinger Bands atau Triple EMA

Tingkat Akurat: Tinggi

Baca Juga : Strategi Dengan Inside Bar/Harami

Pola Pinbar


Pola candlestick PINBAR merupakan salah satu pola cadle terbaik dalam memberikan probabilitas kemenangan di market khususnya apabila kita mengambil pinbar yang searah dengan market.

Apalagi dengan risk/reward ratio yang memadai, Hal ini diakui oleh salah satu pakar Price Action, Nial Fuller, yang menganggap bahwa Inside Bar mengusung salah satu sinyal trading dengan Setup terbaik.

Baca Juga : 

  1. Strategi Umum Trading denan PINBAR

Bullish/Bearish Engulfing

  • Bullish Engulfing Candles memberikan sinyal akan terjadinya uptrend, ketika ada candle bearish yang diikuti oleh candle bullish yang lebih besar
  • Bearish Engulfing mengindikasikan terjadinya downtrend

Sebenarnya masih banyak lagi pola pola candle yang bagus dan menguntungkan, akan tetapi untuk pemula saya sarankan belajar candle diatas terlebih dahulu agar tidak menjadi beban trader ketika trading.


Lalu, untuk pola pola candle yang lain adalah:

Pola Double Top/Bottom

Pola Tripple Top/Bottom

Pola Inverted Head & Shoulder

Pola Cangkul 123


Pola 3 Candle Penanda Reversal

Three Line Strike

Two Black Gapping

Three Black Crows

Evening Star

Abandoned Baby

Selengkapnya tentang candel penanda reversal

Baca Juga : Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan

Selanjutnya apa? Selanjutnya kita akan membahas tentang Support dan Resistance ketika Breakout atau Bounce, Membuat Trendline, dan pembuatan channel.

Hosting Unlimited Indonesia

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia