Widget HTML Atas

Hosting Unlimited Indonesia

Cara Menggunakan Trendline Dalam Forex Agar Profit Maksimal Mudah



Ihsan Magazine - Trendline adalah Garis yang menghubungkan titik-titik level paling rendah harga yang naik (Higher Low) secara berurutan, atau titik-titik level tertinggi yang turun secara beruntun (Lower High). 

Trendline membantu trader mengetahui dan mengkonfirmasi trend naik atau turun. Dari penembusan atau pengujian harga di trendline, trader juga dapat pilih kesempatan entry maupun exit. 

Saya Sendiri Menggunakan Trendline untuk acuan Bounce atau Breakout, dan Strategi saya adalah Breakout Trading.

Pada trendline sendiri ada 3 jenis seperti Bullish (tren naik), Bearish (tren menurun), dan Sideways (harga bergerak naik-turun dalam kisaran tertentu saja)



Jika anda mampu menggambarkan trendline secara benar maka trendline ini dapat memberikan Signal yang sangat akurat seperti Indikator, apalagi juga bisa digunakan untuk analisa fundamental dalam jangka waktu yang panjang.


Secara Umum, Trader Biasanya Menark Garis Trendline ini dari Timeframe H4, Untuk menarik garis trend, teorinya menghubungkan minimal 2 titik terendah yang saling berdekatan (untuk uptrend), atau menghubungkan minimal 2 titik tertinggi yang saling berdekatan (untuk downtrend). 


Tetapi dalam prakteknya, garis trend yang akurat harus disesuaikan dengan level-level support atau resistance, dan yang paling penting adalah penarikan garis trend harus disesuaikan dengan level-level support atau resistance yang signifikan untuk menjamin validitasnya.



Cara Menggunakan Trendline Forex

Analisis Support dan Resistance terlebih dahulu

Untuk menggambar trendline dalam forex, Anda mesti menandai level-level harga tertinggi (High) dan Terendah (Low) pada sebuah grafik harga yang sekaligus berperan sebagai Support dan Resistance. 

Contohnya sebagaimana terlihat pada grafik harga EUR/USD di bawah.


Lihat Baik-baik puncak-puncak yang ditandai warna hijau merupakan Resistance, sedangkan lembah yang diwarnai merah mudah merupakan Support. Ambil Pantokan ini yang untuk anda pakai dalam menggambar trendline. 

Menggambar Trendline Dari Resistance dan Support yang Berdekatan

Setelah mengidentifikasi Resistance dan Support, langkah sesudah itu adalah menggambar trendline. Aplikasi trading forex (Metatrader dll) kebanyakan telah disempurnakan layanan (tools) untuk menggambar trendline. Untuk menggambarnya, klik terhadap tools tersebut, lantas mengikuti aturan:
 
  • Garis Trendline Atas: Tarik garis dari Resistance ke Resistance berikutnya. Dibutuhkan sekurang-kurangnya dua Resistance untuk menarik garis tren ini. Namun, makin lama banyak titik Resistance yang membentuk suatu trendline, maka makin lama kuatlah trendline tersebut. 

  • Garis Trendline Bawah: Tarik garis dari Support ke Support berikutnya. Dibutuhkan sekurang-kurangnya dua Support untuk menarik garis tren ini. Namun, makin lama banyak titik Support yang membentuk suatu trendline, maka makin lama kuatlah trendline tersebut. 

  • Jangan memaksa menggambar trendline untuk jadi suatu wujud khusus ataupun cocok dengan keinginan diri sendiri. Jika ternyata sukar digambar garis tren tertentu, maka boleh jadi sesungguhnya tidak memungkinkan untuk digambar sekarang, atau situasi pasar sedang tidak menentu (choppy).
Hasilnya, dari grafik EUR/USD tadi, diperoleh tersedia dua tren, yakni sideways dan bearish. Tren sideways dibingkai oleh garis berwarna biru, tetapi tren bearish ditandai oleh level tertinggi (High) yang makin lama lama makin lama rendah (garis merah). 


Anda juga bisa menggambar trendline yang saling bertumpuk. Contohnya seperti pada grafik USD/CHF di bawah ini


Pada bagian sedang grafik, keluar pergerakan USD/CHF bearish (trendline merah). 

Setelah harga tembus (breakout) ke atas trendline, pergerakannya beralih jadi bullish sebagian sementara (trendline hijau), lalu jatuh lagi. 

Sekarang, USD/CHF yang bergerak di kisaran 0.9932 sehabis mencetuskan satu Resistance, agar sanggup ditarik ulang trendline merah yang berarti suasana bearish. 




Cara Menggunakan Trendline Untuk Trading Forex

Setelah selesai menggambar trendline, Anda dapat menggunakannya untuk trading forex. Biasanya, trader memakai trendline sebagai acuan untuk bounce dan breakout. Aturannya: 

  • Apabila harga memantul (bounce) berasal dari trendline atas, artinya harga berpotensi turun hingga mencapai trendline bawah. 
  • Apabila harga memantul (bounce) berasal dari trendline bawah, artinya harga berpotensi naik hingga mencapai trendline atas.
  • Apabila waktu harga bearish terjadi penembusan (breakout) trendline atas, artinya barangkali menjadi awal berasal dari tren bullish. 
  • Apabila waktu harga bullish terjadi penembusan (breakout) trendline bawah, artinya barangkali menjadi awal berasal dari tren bullish.
Itulah cara sederhana yang umum nya digunakan para trader, meskipun masih banyak cara-cara dalam menggambarkan trendline dan jenis jenis pola trendline.


Untuk anda yang ingin Trading dengan Strategi Breakout, Anda bisa Baca Disini.

Untuk Menajamkan Sinyal Breakout dengan Trendline, Anda bisa Baca Disini.
 

Lalu Apa Selanjutnya yang harus saya pelajari? Saatnya kita lebih mengenal dengan Indikator sesuai gaya trading kita dicampur dengan pola candle sebagai signal dan bisa menganalisis nya dari Fibonaci dan Pivot Point.
Hosting Unlimited Indonesia

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia