7 Rahasia Sukses Jualan di Instagram Ala Tokopedia

Pasang Wifi myrepublic bsd

Baca Juga


Ihsan Magazine - Social selling adalah metode penjualan yang memanfaatkan media sosial untuk menemukan calon konsumen potensial, membangun kepercayaan, dan pada akhirnya, menjual produk atau jasa.
Di era modern ini, iklim jual beli di masyarakat memang telah berubah. Media sosial membuat batas antara kehidupan profesional dan personal semakin kabur, dan pada akhirnya, mengubah juga cara konsumen berinteraksi dengan industri.
Menurut survei dari LinkedIn, lebih dari tujuh puluh persen tenaga sales kini menggunakan social selling sebagai salah satu alat pemasaran. Ini menunjukkan betapa pentingnya social selling dalam dunia profesional. Mengapa ini bisa terjadi? Bagaimana cara menerapkan social selling dengan efektif? Apa ukuran keberhasilannya? Simak ulasannya di bawah ini.

Empat pilar social selling

Inti dari social selling adalah edukasi konsumen. Demi mencapai tujuan ini, seluruh perusahaan harus berjalan secara sinergis dengan visi yang sama. 

Kita tidak bisa menyuruh tim sales untuk melakukan social selling sendirian. Butuh bantuan dari tim marketing untuk menyediakan konten berkualitas yang bisa mengedukasi.
Social Selling | Photo 1
Sumber Gambar: Brainobrain
Lebih luas lagi, tim marketing akan butuh bantuan dari para pemimpin eksekutif atau pakar bidang spesifik untuk mendapatkan materi di luar info produk. Kolaborasi lintas divisi seperti ini penting untuk menghadirkan konten dinamis yang memikat pelanggan. Secara singkat, proses social selling dapat kita ringkas ke dalam empat pilar utama, yaitu:
  • Menciptakan brand profesional. Dunia jual beli saat ini sangat selektif. Pelanggan (terutama pelanggan B2B) hanya mau bekerja dengan vendor yang terpercaya. Brand yang kuat adalah pertanda bahwa kamu punya peran aktif di industri. Ini akan mendukung komunikasimu dengan para calon konsumen.
  • Fokus pada prospek yang tepat. Lewat social selling, kamu bisa menemukan dan berinteraksi dengan calon pembeli dengan lebih tepat ketimbang praktik tradisional. Kamu bisa mengidentifikasi prospek berdasarkan kriteria tertentu, misalnya jenis industri yang ia geluti serta kiprahnya di industri tersebut.
  • Memberi interaksi bermakna. Posisikan dirimu sebagai pakar ilmu tertentu dengan cara membagikan konten yang relevan, mengomentari berita terkini, serta membangun brand. Konsumen B2B lebih mau berkomunikasi dengan tenaga sales yang familier dengan insightatau oportunitas menarik. Selain itu, melakukan ini juga akan membantumu mengembangkan diri sebagai seorang profesional.
  • Membangun kepercayaan. Ketika kamu berkomunikasi dengan calon konsumen, kamu harus selalu menerapkan mindset bahwa kamu hadir untuk membantu konsumen memecahkan masalah, bukan berjualan. Jalin komunikasi yang baik dan utamakan kebutuhan konsumen agar tumbuh kepercayaan.

Keberhasilan bukan (hanya) berdasarkan revenue

Pada akhirnya, apakah kamu harus menerapkan social selling atau tidak itu tergantung dari banyak hal. 

Coba perhatikan sekitarmu, lalu tanyakan pada diri sendiri. Seperti apa konsumen yang kamu inginkan? Apa keahlian yang dimiliki karyawan di perusahaanmu? Bagaimana cara industri yang kamu dalami bekerja?
Bila kamu sudah menerapkan social selling, strategimu akan sangat bergantung pada kebutuhan konsumen. 

Bila konsumen butuh Twitter untuk mencari informasi darimu, gunakanlah Twitter. 

Bila mereka lebih suka komunikasi lewat email, penuhi kebutuhan tersebut. Seiring waktu, kebutuhan konsumen bisa bergeser, dan kamu harus terus beradaptasi agar tidak terjebak dalam strategi yang tidak relevan.
Untuk tenaga sales yang tidak terbiasa, cara kerja seperti ini bisa jadi agak menyulitkan. Social selling memang berbeda drastis dengan penjualan biasa. Kita tidak menawarkan barang dengan cara yang mengganggu, tapi kita memberi bantuan secara halus. Kita tidak fokus pada promosi, tapi memberikan solusi.
Revenue tidak lagi menjadi tolok ukur keberhasilan utama. Target penjualan memang tetap perlu diukur. Tapi tenaga sales harus bisa mencapai titik keseimbangan antara tujuan objektif jangka pendek dengan pembangunan relasi konsumen jangka panjang.
Metrik utama social selling adalah seberapa berhasil kamu mengedukasi calon konsumen, mengubah mereka menjadi konsumen, dan menginspirasi konsumen untuk mempromosikan produkmu ke konsumen lainnya. 

Dengan kata lain, advokasi. Tanamkan mindset ini secara menyeluruh di perusahaan, maka kamu akan bisa menerapkan social selling dengan efektif.

7 Rahasia Sukses Jualan di Instagram Ala Tokopedia

Fokus menciptakan konten berkualitas

Hal pertama yang terpenting dan harus kamu lakukan adalah fokus menciptakan konten berkualitas tinggi. Orang tidak akan tertarik mengikuti akunmu bila isinya tidak menarik.
Kamu bisa mendapatkan referensi konten dari akun-akun lain. Biasakan untuk mengambil screenshot setiap konten yang menarik perhatianmu untuk dijadikan referensi.
Ada beberapa jenis konten yang bisa menarik perhatian pengguna. Tapi bila kita berbicara soal produk, maka dua jenis konten yang efektif adalah foto produk dan behind-the-scene.
Instagram | Rolls Royce Post
Contoh konten behind-the-scene
Dengan menunjukkan proses pembuatan produk, kamu bisa meyakinkan pengguna bahwa kamu berusaha menyajikan produk terbaik. Pengguna juga akan merasa lebih dekat dengan perusahaanmu karena mereka melihat unsur manusia di dalamnya, bukan korporat belaka.
Gunakan kamera dan pencahayaan yang baik agar produkmu tampak jelas. Seiring dengan pengalaman, kamu akan menemukan gaya foto yang paling digemari oleh pasar. Tapi bila kamu baru memulai, kamu bisa meniru gaya foto dari akun bisnis lain.

Berinteraksi dengan audiens

Dalam platform media sosial apa pun, interaksi dengan audiens adalah sangat penting. Luangkan waktumu untuk membaca komentar-komentar yang ada dan membalas bila perlu. Manfaatkan caption untuk mengajak para pengguna meninggalkan komentar.
Terkadang pengguna memanfaatkan kolom komentar untuk bertanya atau melayangkan komplain. Jadi kolom komentar memiliki fungsi serupa dengan customer service.
Bila kamu bisa membalas komentar dengan cepat, pengguna akan merasa bahwa kamu benar-benar menghargai mereka. Ucapan simpel seperti “terima kasih” pun bisa berdampak besar.

Jaga brand tetap konsisten

Brand lebih dari sekadar kualitas konten. Brand berhubungan dengan semua aspek yang kamu gunakan, mulai dari gaya gambar, gaya penulisan caption, seberapa sering kamu menerbitkan konten, dan masih banyak lagi. Bila kamu berhasil menyajikan konten dengan cara unik dan konsisten, kesadaran masyarakat akan brand milikmu akan tumbuh jauh lebih cepat.
Instagram | Oreo Branding
Branding Oreo identik dengan warna biru dan istilah “dunk”
Brand yang unik dan konsisten juga akan memunculkan kesan tertentu di masyarakat, sehingga bisa menarik orang-orang yang merasa satu selera dengan brand milikmu. Ini akan menarik lebih banyak audiens secara natural.

Manfaatkan influencer

Influencer marketing adalah tren yang sangat populer, dan Instagram membuatnya sangat mudah dilakukan. Secara sederhana, influencer marketing artinya kamu membayar pemilik akun Instagram lain untuk mempromosikan brand milikmu. Bila dilakukan dengan baik, ini bisa menghasilkan ROI tinggi yang sulit diraih metode pemasaran lain.
Instagram | Makan Pake Receh
Contoh praktik influencer marketing
Berikut adala beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam influencer marketing:
  • Pastikan influencer memiliki audiens relevan dengan produkmu. Kamu bisa menggunakan jasa agen untuk mencari influencer yang tepat, tapi terkadang ada influencer yang lebih suka bekerja sama secara langsung dengan perusahaan.
  • Jangan terpaku pada satu pangsa pasar saja. Misalkan kamu menjual produk sepatu lari. Jangan hanya beriklan di komunitas pelari, tapi juga di audiens lain yang berhubungan. Misalnya di komunitas kesehatan, diet, fitness, dan lain-lain.
  • Kamu bisa mencari influencer potensial lewat fitur search di Instagram.
  • Perhatikan jumlah follower dan tingkat interaksi si influencer. Idealnya, kamu butuh influencerdengan jumlah follower di atas 500.000 dan komentar atau like yang tinggi di setiap post.
  • Influencer mungkin memiliki aturan tersendiri. Mungkin mereka tidak mau mempromosikan produk tertentu, atau punya patokan harga. Pastikan kamu melakukan negosiasi dengan baik.

Pasang iklan (Instagram Ads)

Menciptakan iklan yang efektif dan menarik bukan hal mudah. Mungkin kamu butuh percobaan lebih dari sekali sebelum menemukan cara yang tepat, karena itu ada baiknya kamu mempelajari iklan milik perusahaan lain. Kamu tidak boleh menyontek ide mereka, tapi kamu bisa menelaah iklan tersebut untuk mencari tahu apa penyebab iklan itu menarik.
Kamu juga bisa memanfaatkan metode split testing. Buat empat atau lima versi iklan untuk satu hal yang sama, namun dengan variasi gambar, teks, atau audiens target yang berbeda-beda. Variasi gambar adalah yang terpenting sebab gambar punya dampak terbesar dalam mendorong seseorang untuk mengeklik iklan.
Perhatikan bahwa ketika kamu hendak memasang iklan, Instagram akan menyajikan pilihan objective (tujuan) yang bisa kamu pilih.
Misalnya brand awarenesstrafficconversions, dan sebagainya. Kamu bisa lihat objective lengkapnya pada daftar berikut.
Konten iklan harus sesuai dengan objective yang kamu inginkan. Sebagai contoh, bila tujuanmu adalah conversions (penjualan, unduhan, dsb), maka sebaiknya kamu menunjukkan produk, lengkap dengan harga dan tombol call-to-action. Tapi bila mengincar brand awareness, kamu tidak usah menunjukkan produk, tapi lebih baik fokus pada behind-the-scene atau konten yang melambangkan visi perusahaanmu.
Strategi Instagram Ads cukup rumit dan bisa makan satu artikel sendiri. Yang terpenting, kamu harus selalu memperhatikan tiga hal ini: konten kreatif iklan, objective, dan audiens target.

Adakan kompetisi

Kompetisi adalah salah satu cara beriklan yang sangat baik di Instagram. Kompetisi dapat meningkatkan minat dan interaksi pengguna, juga memberimu kesempatan memberikan imbalan pada para follower. Ada banyak jenis kontes yang bisa kamu lakukan, tapi yang paling umum adalah giveaway produk.
Kamu bisa mengunggah gambar, lalu meminta para pengguna untuk memberi captionmenarik di gambar itu, atau mengajak pengguna mengunggah foto mereka saat sedang menggunakan produkmu. Karya terbaik kemudian akan mendapat hadiah
Bila berjalan dengan baik, kontes-kontes semacam ini dapat menyebar dengan cepat, sehingga memberi hasil yang jauh lebih berharga daripada nilai hadiahnya. Apalagi dibandingkan dengan biaya pasang iklan.

Manfaatkan fitur post otomatis

Salah satu kunci keberhasilan di Instagram adalah menyajikan konten dengan rajin dan konsisten. Tapi menjaga konsistensi konten ini cukup sulit, sebab kamu juga butuh waktu untuk mengurus aspek lain bisnismu.
Untuk mengatasinya, kamu bisa memanfaatkan aplikasi manajemen media sosial seperti Buffer atau Sprout Social. Kamu cukup menyiapkan konten di depan, kemudian gunakan aplikasi-aplikasi ini untuk menjadwalkan penerbitannya. 
Beberapa aplikasi juga menawarkan fitur analitik sehingga kamu bisa memantau performa kontenmu.

Bila kamu baru pertama kali mencoba menggunakan Instagram untuk bisnis, mungkin kamu akan merasa kesulitan. Apa yang ada dalam artikel ini bisa membantumu, tapi kamu jangan khawatir bila masih ada hal-hal yang membuatmu bertanya-tanya. Semakin banyak kamu bereksperimen, kamu akan semakin tahu cara yang paling efektif. Jadi jangan ragu, mulailah dari sekarang.
Sumber: Neil Patell

Tidak ada komentar