Belajar Cara Jualan di Social Media untuk Pemula dan Mahir

Pasang Wifi myrepublic bsd

Baca Juga

Belajar Cara Jualan di Social Media untuk Pemula dan Mahir

Ihsan Magazine - ini dia kali ini saya akan bongkar tips rahasia jualan online paling laris cara promosi online shop, banyak yang sudah kebanjiran omset mulai dari jutaan hingga milyaran hanya dengan Optimasi Social media Marketing. 


Apa itu Social Media Optimization? 
Sering disingkat menjadi SMO, Yaitu adalah Teknik optimisasi di sosial media. 

SMO juga tidak kalah kompleksnya dengan SEO,  karena didalamnya banyak sekali komponen-komponen yang harus kita penuh untuk mengoptimisasi sosial media.

Tools utama dalam Social Media Optimazition :
  • Whatsapp
  • Line
  • BBM
  • Kuota Internet Melimpah
  • Teknik Content Marketing/Copy Writer
  • Sedikit Taste dalam Menilai Fotography

Banyak orang yang gagal karena memang sangat mudah untuk terjebak di jalur yang salah ketika memanfaatkan social media.
Hanya ini yang biasanya dilakukan (dan diajarkan):

  • Buat akun, hiasi dengan foto & lengkapi profilnya
  • Buat post yang menarik untuk mendapatkan like/retweet
Itu saja tidak cukup. Sangat tidak cukup.
Agar upaya  yang anda lakukan tidak sia-sia silahkan lanjutkan membaca. 

Dalam panduan ini anda akan mempelajari seperti apa strategi pemasaran social media yang sesungguhnya.

1. Tentukan SATU social media utama

Satu, tidak lebih.
Mengapa cuma satu? Bukannya lebih banyak lebih bagus?
Memang betul. 

Idealnya semakin banyak kita muncul di hadapan orang lain, akan semakin cepat kita dikenal.
Tapi ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan:

  1. Waktu
  2. Biaya
  3. Tenaga manusia
  4. Ilmu
Kalau anda tidak punya masalah dengan keempatnya, silahkan pilih lebih dari 1.
Social media marketing itu tidak sederhana. Bukan cuma sekedar posting tweet yang lucu atau upload gambar meme. Dan yang terpenting, tidak diotomatiskan dari social media A ke B.

Anda akan sadar alasannya dalam bab 2.

Intinya, anda sebagai pemain baru tidak akan bisa langsung aktif di banyak social media sekaligus. Ini justru akan berdampak buruk.

Karena itu, pilih social media berdasarkan:

  • Ukuran: lebih besar lebih baik, tapi belum tentu
  • Audiens: dimana mayoritas orang-orang yang anda targetkan
  • Konten: tempat yang efektif untuk video, gambar/foto, teks tidak sama
Mari kita bahas satu per satu.

Ini grafik penggunaan social media di Indonesia dari We Are Social:

Social media terpopuler
Facebook menempati posisi tertinggi sebagai social media dengan jumlah pengguna terbanyak, disusul oleh Twitter.

Lebih lanjut, grafik berikut adalah grafik penggunaan social media di Indonesia berdasarkan rentang umur (2013):

Demografi social media Indonesia
Dari 2 grafik ini, terlihat bahwa Facebook merupakan social media yang paling superior dibandingkan beberapa saingan yang lain.

Apakah ini artinya Facebook paling bagus?

Bisa jadi…tapi belum tentu.

Ukuran dan umur memang 2 faktor utama dalam menentukan social media untuk keperluan pemasaran. 

Dalam hal ini, Facebook dan Twitter lebih unggul.
Tapi ini masih dipengaruhi lagi oleh audiens dan industri anda.

Untuk semakin memastikan pilihan anda, mari kita lihat karakteristik dari masing-masing social media:

Gunakan Facebook kalau:

Anda tidak ingin ambil pusing.

Hampir semua orang ada di Facebook dalam berbagai minat dan usia. Kemungkinan besar target pasar anda juga ada di Facebook.

Tetapi karena volume yang sangat besar, Facebook punya filter yang ketat. Secara organik, hanya kurang dari 1% dari orang yang mengikuti Page anda akan berinteraksi.

Maka dari itu, anda mungkin akan sangat mengandalkan iklan.
Selain itu, jenis konten di Facebook lebih beragam. Ada banyak pilihan mulai dari sekedar teks, gambar, video, dan link. 

Kalau anda memanfaatkan Facebook, ada baiknya anda tidak fokus hanya di salah satu jenis.
Terakhir. Frekuensi konten di Facebook rendah, tapi kualitasnya harus tinggi.

Gunakan Twitter kalau:

Target pasar anda berusia muda.

Seperti grafik di atas, Twitter lebih populer di golongan usia 18-35 tahun. Lebih dari itu, sangat jarang yang menggunakan Twitter.

(Tetapi golongan usia semakin lama akan semakin merata)

Di satu sisi, pengguna Twitter Indonesia lebih tertarik dengan konten-konten singkat dan bersifat santai. Di sisi lain, banyak pula pengguna Twitter yang lebih suka dengan link ke website.

Jadi, lihat kembali apa yang anda pasarkan dan seperti apa konten anda.
Kalau apa yang anda promosikan bisa dikonsumsi dalam 140 huruf atau bisa menarik orang lain untuk mengunjungi website anda, gunakan Twitter.

Karena tidak ada filter, menjangkau follower di Twitter lebih mudah dibandingkan Facebook. Maka dari itu, frekuensi konten di Twitter sebaiknya lebih tinggi daripada Facebook.

Gunakan Instagram kalau:

Apa yang anda pasarkan bisa disajikan dalam foto yang indah.
Kalau anda tidak bisa menyediakan foto yang indah atau kalau sesuatu yang anda pasarkan tidak mampu dijadikan foto, jangan gunakan Instagram.

Golongan usia di Instagram juga saat ini lebih rendah. Berdasarkan grafik di atas, pengguna Instagram di Indonesia yang berusia lebih dari 45 tahun hampir tidak ada.

Instagram mudah untuk dikelola bersama Facebook atau Twitter.
Ini karena konten di Instagram sebagian besar hanya berupa gambar. Gambar yang anda upload di Instagram bisa digunakan kembali untuk konten di Facebook atau Twitter.

Selain itu, tingkat interaksi oleh follower di Instagram jauh lebih tinggi.

Gunakan Google+ kalau:

Anda punya konten di website dan ingin mendapatkan peringkat tinggi di Google.

Yang unik dari Google+, ketika follower anda menggunakan Google Search maka hasil pencarian dari orang-orang yang mereka follow akan mendapatkan peringkat lebih tinggi.

Jadi meskipun Google+ tidak ramai, tapi masih layak untuk dipakai.
Dalam beberapa industri, ada komunitas di Google+ yang jauh lebih aktif daripada Facebook. Sebaiknya anda coba mencari komunitas ini, kalau ada.

Gunakan LinkedIn kalau:

Anda adalah B2B, bisnis ke bisnis. Bukan B2C, bisnis ke konsumen.

Dengan kata lain, gunakan LinkedIn kalau target pasar anda adalah bisnis, bukan perorangan. 

Ini karena Linkedin dipenuhi oleh para profesional dan pemilik bisnis.

 

2. Tetapkan kepribadian yang anda gunakan

Kalau anda mengikuti beberapa akun brand di social media, akan pasti sadar bahwa kepribadian dari akun-akun tersebut berbeda.

Ada yang santai:

Kepribadian Line
 
Ada yang serius:

Kepribadian Garuda
 
Tidak ada yang salah, keduanya bagus. Tapi ada 2 hal yang harus diperhatikan:

  • Mana yang mencerminkan bisnis anda
  • Mana yang tepat untuk audiens anda
Terutama karena di Indonesia kita punya bahasa baku dan bahasa pergaulan. Pastikan anda memilih yang tepat, dan gunakan secara konsisten.

Kalau target pasar anda berusia dewasa, akan aneh kalau menggunakan bahasa yang terlalu santai.

Oh ya, ‘serius’ bukan berarti ‘kaku’.
Kata-kata yang anda gunakan di social media akan mencerminkan bisnis anda. 

Tidak ada yang suka berteman dengan orang yang bicara nya kaku seperti robot.
Ini beberapa kepribadian yang harus anda tentukan di awal:

Kepribadian brand di social media
 
Untuk memilih kepribadian mana yang sebaiknya anda gunakan, jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Kalau brand anda adalah manusia, seperti apa kepribadiannya?
  2. Seperti apa karakter dan gaya bicara dari audiens anda?
  3. Seperti apa hubungan yang ingin anda bangun dengan mereka?
  4. Apa tujuan konten anda? Kepribadian apa yang tepat untuk konten tersebut?
  5. Kesan apa yang ingin anda peroleh dari orang lain?

3. Strategi konten untuk social media

Inilah bagian terpenting dalam social media marketing.

Tanpa memiliki konten yang menarik, semua hal yang anda lakukan di social media akan percuma.

Ada banyak hal yang bisa dibahas mengenai konten. Lebih spesifik untuk masing-masing social media akan dibahas dalam bab selanjutnya.

Untuk sekarang, kita akan bahas konsep dasarnya.

Kesuksesan dalam social media marketing ditentukan oleh 3 hal:

  1. Kualitas konten
  2. Pemilihan waktu posting
  3. Frekuensi posting
Meskipun kualitasnya tinggi, tapi kalau anda salah dalam memilih waktu maka hasilnya akan kurang maksimal. Demikian pula untuk frekuensi/jumlah.
Tidak hanya itu…
  
kita sudah mengenal beberapa jenis konten: teks, link, gambar, dan video.
Ternyata tidak semua jenis konten tersebut akan mendapatkan jumlah interaksi yang sama. Konten jenis tertentu akan mendapatkan lebih banyak like/share/retweet.

Mari kita bahas satu per satu.

Jenis post di social media

Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan oleh Twitter, inilah jenis tweet yang mendapatkan retweet terbanyak:
Retweet terbanyak
Persentase di atas merupakan angka penambahan dibandingkan dengan tweet yang biasa.

Jadi tweet dengan hashtag mendapatkan +16% daripada tweet biasa, foto mendapatkan 35%, video 28% dan seterusnya.
Di Facebook sedikit berbeda…

…inilah jenis post yang mendapatkan hasil terbaik di Facebook:
Facebook organic reach
Data di atas merupakan hasil analisa dari Locowise.
 
Link mendapatkan jumlah jangkauan terbesar, hingga 18% untuk Page yang memiliki like di atas 10 ribu. Disusul teks dan foto dengan jangkauan antara 7-11%

Oleh karena itu, kalau anda ingin menjangkau banyak orang di Facebook usahakan menggunakan link.

Tema konten

Dari grafik-grafik di atas, kita sudah tahu bahwa link adalah jenis konten terbaik untuk social media marketing. 

Disusul oleh foto dan teks.
Tapi apa isi dari link, foto, dan teks tersebut?

Berdasarkan artikel dari HubSpot ini, berikut adalah tipe konten yang paling banyak mendapatkan share ke social media:

  1. List-post: artikel berupa daftar [22.14%]
  2. Why-post: artikel penjelasan ‘mengapa’ [22.32%]
  3. Videos: [18.94%]
  4. How-to: artikel panduan [18.42%]
  5. What-post: artikel penjelasan ‘apa’ [17.88%]
Jadi kesimpulannya, post yang mendapatkan jangkauan terbesar di social media adalah yang berupa link. Link yang terpopuler adalah yang berisi artikel berupa daftar (contoh).

Masih ada lagi…
…berdasarkan analisa yang dilakukan oleh OKDork dan BuzzSumo terhadap 100 juta artikel, ternyata yang mendapatkan share terbanyak adalah yang mampu membangkitkan perasaan.

Inilah perasaan yang paling banyak mendapatkan share:

Popular-Emotions
Perasaan yang paling tinggi yaitu:

  1. Awe (kagum)
  2. Laughter (lucu, tertawa)
  3. Amusement (hiburan)
  4. Joy (bahagia)
  5. Anger (marah)
  6. Empathy (empati)
Jenis post terbaik adalah link menuju artikel daftar (list post) yang disertakan foto dan mampu membangkitkan perasaan kagum.

Idealnya seperti itu,
Tapi pada prakteknya, harus anda kombinasikan sendiri. Karena tidak semua industri, target pasar, dan demografi memiliki ketertarikan yang sama.

Frekuensi  dan waktu posting

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, frekuensi optimal untuk Facebook, Twitter, dan social media lainnya berbeda-beda. 

Ada yang lebih bagus kalau banyak, ada juga yang sebaiknya tidak terlalu banyak.

Inilah frekuensi optimal untuk masing-masing social media:

  • Facebook: maksimal 2x sehari dan 5-10x seminggu
  • Twitter: 5x sehari atau lebih
  • LinkedIn: 1x per hari dan 20x per bulan
  • Google+: maksimal 3x sehari
  • Pinterest: 5x sehari atau lebih
  • Instagram: 1-2x sehari atau lebih
Itu untuk frekuensi, sekarang waktunya…
…jam sibuk atau jam kosong, mana yang lebih optimal?
Tidak semudah itu.

Kalau kita menulis pada jam sibuk, maka konten kita akan dengan cepat tertutup oleh orang lain. 

Akhirnya tidak terlihat. Sedangkan pada jam kosong hanya sedikit orang yang aktif.

Jawabannya berbeda-beda, tergantung dari siapa target anda.
Ini waktu yang terbaik untuk membuat tweet agar mendapatkan jumlah klik terbanyak, berdasarkan Buffer:

Waktu yang optimal untuk tweet
Belum ada penelitian spesifik untuk Indonesia, tapi minimal ini bisa kita gunakan sebagai acuan.

Untuk Facebook, anda bisa lihat langsung dari Page yang anda miliki.
Seperti contoh ini :

Waktu terbaik untuk post Facebook
Dari gambar di atas, ternyata follower PanduanIM paling banyak online di jam 9 malam. 

Karena itu waktu terbaik untuk membuat post sekitar 0-2 jam sebelumnya.

Sekali lagi, angka ini berbeda-beda tergantung demografinya.
Karena itu, sebaiknya periksa sendiri waktu optimal posting anda.

3. Buat jadwal rutin untuk social media

Social media marketing bukan pekerjaan sekali jalan, tapi berkelanjutan.
 
Tak peduli seberapa pun bagusnya konten anda, kalau hanya dilakukan sekali-sekali tidak akan pernah berhasil. Para follower akan lupa dengan anda.
Satu lagi…

…social media marketing bukan hanya membuat konten.
Ada pekerjaan lain yang HARUS dilakukan, ini beberapa di antaranya:

  • Berinteraksi dengan follower dan influencer
  • Perencanaan konten
  • Analisa statistik dan goal
  • Perencanaan dan eksperimen
Untuk mempermudah prosesnya, silahkan ikuti tugas harian, mingguan, dan bulanan ini:

Tugas harian:


  1. Membalas mention, pesan, dan komentar yang masuk
  2. Melakukan monitor kata kunci
  3. Menerbitkan/menjadwalkan konten baru
  4. Mencari bahan untuk konten baru
  5. Mencari orang yang punya banyak follower (influencer)
  6. Berinteraksi dengan influencer
  7. Berinteraksi dengan follower
  8. Membuat gambar untuk konten
  9. Membuat konten untuk komunitas

Tugas mingguan:


  1. Analisa konten dalam seminggu terakhir
  2. Analisa peningkatan dan penurunan yang terjadi
  3. Analisa terhadap goal dan sasaran yang sudah ditentukan
  4. Analisa hashtag
  5. Mengadakan event (webinar, Twitter chat, dll.)
  6. Mencari komunitas baru
  7. Optimasi website untuk social media

Tugas bulanan:


  1. Memeriksa goal yang sudah dibuat
  2. Membuat goal baru
  3. Merencanakan eksperimen baru untuk sebulan depan
  4. Update foto profil, deskripsi, bio
  5. Melakukan penyesuaian terhadap frekuensi dan jadwal posting

Tips Handal Jualan Dengan Teknik Facebook Marketing untuk Pemula :


Begini masalahnya:

Orang yang baru terjun ke Facebook biasanya langsung “main kasar”.
Maksudnya, mereka tidak tahu apapun tentang Facebook. 

Apa yang harus dilakukan, apa yang disukai oleh orang lain, apa yang efektif untuk bisnis mereka.

Tapi belum apa-apa sudah buat banyak post…
…belum apa-apa sudah pasang iklan.

Padahal kalau anda sendiri tidak tahu apa-apa, bahkan menggunakan layanan agensi periklanan di Facebook pun bakal jadi tidak efektif.

Anda sendiri yang harus tahu (atau minimal salah satu orang dalam).
Maka dari itu, cara terbaik untuk belajar adalah dengan melihat dan meniru apa yang efektif di dalam bidang industri anda sendiri.
Ini cara mencarinya:

Masukkan “Pages about [industri] that are liked by my friends” di kolom pencarian Facebook. Hasilnya seperti gambar berikut.

Mencari page saingan di Facebook
 
Facebook akan memperlihatkan page dalam topik yang anda masukkan, dan yang populer di kalangan teman-teman anda sendiri.

Klik pada ‘See more’, inilah saingan anda.

Cari sebanyak mungkin yang menurut anda paling mirip dengan bisnis anda. Abaikan yang followernya sedikit atau yang followernya banyak tapi tidak ada like & komentar.

Kemudian, pelajari ini:

  • Seperti apa post yang mendapat banyak like
  • Seberapa sering mereka menerbitkan post baru
  • Jam berapa post yang mendapat banyak like
  • Foto, cover, dan kelengkapan profil lainnya
Dan lain-lain…masih banyak yang bisa kita pelajari.

Yang paling penting, ketika nanti akan membuat iklan maka anda bisa menargetkan orang-orang yang me-like page saingan-saingan anda ini.

Dengan demikian, iklannya jadi tepat sasaran dan lebih murah.

2. Buat page yang menarik, ikuti tips berikut

Di Facebook, page itu seperti toko anda.

Kalau tokonya jelek, tidak akan ada yang datang.

Pertama, masuk ke link ini untuk membuat Facebook Page. Kemudian pilih kategori yang tepat. Serius. 

Beda kategori bisa beda fitur yang diberikan.

Selain itu bakal aneh dilihat orang kalau tidak sesuai.

Kalau masih belum yakin coba lihat kategori page dari saingan anda tadi.
Kedua, masukkan nama brand anda.
Ini tips menamai page yang biasanya membuat orang salah:

  • Gunakan nama brand anda, titik
  • Jangan gunakan jenis produk/layanan sebagai nama (misalnya: “kontraktor rumah”)
  • Singkat, 2-3 kata paling optimal. Pisahkan dengan spasi
Ketiga, lengkapi profil anda mulai dari URL, deskripsi, foto, cover, dan keterangan lainnya. Ikuti tips ini:

  • Profil picture: gunakan logo dengan resolusi tinggi, jangan gunakan gambar yang buram
  • Cover: gunakan gambar yang menarik dengan resolusi tinggi, jangan gunakan sembarang gambar dari internet
  • About: jelaskan bisnis anda dengan singkat & menarik, hilangkan kata yang bertele-tele
  • Lengkapi semua informasi di tab Info, selengkap-lengkapnya
Ketika baru membuat page, anda akan diminta langsung memasang iklan. Jangan. Belum saatnya.

Meskipun begitu, anda bisa memasukkan data audiens anda sekarang.

3. Ketahui dan tentukan target calon audiens anda

Dalam dunia pemasaran, kita sudah paham bahwa menargetkan 1 kelompok audiens jauh lebih efektif daripada yang terlalu umum. 

Sulit membuat strategi yang bisa ampuh untuk semua kalangan.
Ini akan berguna pada saat anda membuat konten.

Kesalahan yang paling fatal di sini biasanya menggunakan bahasa yang tidak pantas buat target audiens mereka sendiri.

Contoh:
 
Sebuah bisnis, target pasarnya adalah orang berusia 35+.
Tapi lantas di Facebook mereka membuat post yang ditujukan untuk anak muda. 

Misalnya menggunakan bahasa gaul, atau membuat gambar lucu.
Tidak pantas kan?

Itu bentuk yang paling sederhana.

Intinya, kita harus menyediakan apa yang pantas dan menarik bagi target audiens kita sendiri.

Untungnya, dengan Facebook kita bisa dengan mudah mengenali siapa audiens yang kita incar. 

Caranya lagi-lagi dengan memanfaatkan brand saingan.
Kata kuncinya: “Interests liked by people who like [nama page]”

Interest audiens di Facebook
 
Hmm…jadi orang-orang yang kita targetkan adalah orang yang religius, sayang ibu, suka sepakbola, belajar psikologi, dan suka menggambar.

Ketika membuat konten, kalau anda membahas hal-hal tersebut maka jumlah like-nya akan lebih banyak.

Kata kunci ‘interests’ juga bisa anda ganti, misalnya:

  • Movies
  • Books
  • Restaurants
  • Places
  • Public figures
  • Organizations
  • dll. Apapun bisa
Kalau page anda sudah punya banyak like, bisa juga gunakan page anda sendiri supaya lebih akurat.

4. Optimasi website untuk Facebook

Kalau anda sudah bicara tentang Facebook marketing, mestinya anda saat ini sudah punya website sendiri.

Kalau belum, segera buat.

Melakukan pemasaran online tanpa website itu seperti bunuh diri secara perlahan.
Ok, cukup basa-basinya.

Anda pasti pernah lihat website yang ketika di-share di Facebook jadinya seperti ini:
Contoh share di FB yang kurang baik
Gambarnya buram, tidak berhubungan, atau yang muncul bukan gambar utamanya. Lalu judulnya beda dengan aslinya, deskripsinya juga tidak jelas.

Itu salah satu akibat dari website yang tidak dioptimasi.
Kita ingin supaya ketika website kita di-share, semuanya pas. Gambarnya tepat, resolusinya bagus, serta punya judul dan deskripsi yang menarik.

Ini supaya yang mengunjungi website kita semakin banyak.
Untuk itu, ada beberapa “meta tag” yang harus anda pasang di website. Tepatnya di bagian <head>.
 
Seperti yang ditunjukkan oleh OGP.me:

Penerapan open graph meta tag
Bingung?
Nggak ngerti ini maksudnya apa?
Jangan khawatir.

Kalau anda pengguna WordPress, install plugin bernama Yoast SEO. Dari plugin ini kita bisa mengatur meta tag yang disebutkan tadi dengan lebih mudah.

Kalau anda bukan pengguna WordPress dan tidak mengerti bahasa HTML sama sekali, cara termudah yaitu kirimkan artikel ini ke developer website anda.

Setelah itu, tes di Open Graph Debugger ini.

5. Pahami tips untuk membuat post yang baik di Facebook

Di Facebook, kita tidak bisa membuat post terlalu banyak dalam sehari.
Alasannya ada 2:

  • Post lebih dari 2x sehari akan mendapatkan lebih sedikit like
  • Setiap post harus berkualitas, sulit untuk membuat banyak post berkualitas dalam sehari
Lebih lengkapnya sudah kita bahas di panduan meningkatkan like di Facebook ini.
 
Maka dari itu, setiap post harus anda pikirkan matang-matang.
Inilah beberapa tipsnya.

Tips untuk masing-masing jenis post (teks, gambar, video, link)

Pertama, post berjenis teks sebaiknya tidak berdiri sendiri melainkan dibarengi gambar, video, atau link. Orang cenderung melewatkan post berupa teks karena tidak menarik.
Selain itu, sulit menyampaikan pesan dengan teks karena Facebook akan memotong teks yang terlalu panjang.

Jadi sebisa mungkin hindari teks tanpa media.

Sedangkan kalau anda menggunakan video, pastikan video tersebut anda upload di Facebook. Hindari menaruh link video dari YouTube.
Mengapa?

Lihat gambar berikut:

facebook-native-vs-youtube1

Facebook memang dikenal agak sedikit ‘licik’ dalam urusan ini. Mereka dengan sengaja menurunkan jangkauan dari video YouTube apabila dipost ke Facebook.

Sebaliknya, video yang diupload langsung ke Facebook mendapatkan lebih banyak jangkauan, komentar, like, dan share.

Yang ketiga, post berupa gambar.

Supaya optimal, ukuran gambar yang anda gunakan sebaiknya mendekati persegi, atau berupa persegi. Ukuran gambar minimum adalah 472×394 px. Lebih dari itu tidak masalah, tapi jangan sampai kurang.

Ini contohnya:

Gambar yang ukurannya lebih besar akan secara otomatis diperkecil tanpa memotong bagiannya.

Yang terakhir, untuk post berupa link



Konten yang dishare di Facebook
Link yang mendapatkan engagement terbaik di Facebook biasanya yang punya gambar berukuran landscape (memanjang ke samping).

Jadi, kalau anda membuat konten di website pastikan gambarnya punya ukuran minimum berukuran 470×246 px. 

Lebih dari itu tidak masalah, asalkan rasionya tetap mendekati.

Lalu, jenis post mana yang terbaik?

Sebetulnya tergantung.
Tergantung dari bobot isinya.

Post di social media, termasuk Facebook, pada umumnya tidak bisa terlalu berbobot. Gambar hanya mengandung sedikit informasi, demikian pula dengan teks.

Bahkan video di Facebook rata-rata hanya dilihat kurang dari 30 detik:

Statistik view video di Facebook
 
Jadi, apabila konten anda hanya berupa informasi singkat, hiburan, pemberitahuan, dan sejenisnya, maka gunakan foto atau video.

Tapi kalau bobotnya tinggi, jangan.

Untuk konten berbobot tinggi dan panjang, terbitkan di website anda sendiri kemudian post link-nya ke Facebook.

Kapan waktu terbaik untuk posting di Facebook?

Lagi-lagi, tergantung.
Tergantung siapa audiens anda.

Apakah mereka orang yang aktif di Facebook sepanjang hari atau hanya malam hari? Apakah mereka aktif saat hari kerja atau akhir minggu?

Kalau di-logika-kan sekilas, jam aktifnya mungkin seperti ini:

  • Pelajar/mahasiswa: hari kerja, malam
  • Pekerja: akhir minggu, malam
  • Ibu rumah tangga: hari kerja, siang
Sekali lagi, itu cuma mungkin.
Untuk mengetahui pastinya, lanjutkan membaca sampai langkah ke-7 di bawah.

6. Cari dan berpartisipasi di grup yang populer dalam industri anda

Setelah 3-5 hari secara rutin menerbitkan post di Facebook Page, anda akan sadar bahwa tidak ada orang yang membaca.

Tidak ada yang memberi like, tidak ada yang men-share.
Kosong melompong.

Dalam tahap ini, ada 2 yang biasanya dilakukan oleh praktisi social media marketing pemula:

  • Menyerah
  • Ngotot menerbitkan konten tiap hari, menunggu keajaiban
Oh ada 1 lagi. Menggunakan iklan. Tapi itu kita bahas nanti.
 
Intinya, kalau dalam tahap ini anda hanya menerbitkan konten tanpa melakukan strategi lain maka tidak akan ada kemajuan sama sekali. Meskipun konten anda bagus.

Itu kesalahan dalam social media marketing yang paling umum.
Langkah keenam inilah solusinya.

Untuk bisa membuat orang lain mengenal kita, maka kita yang harus masuk ke tempat yang banyak orangnya.

Yaitu grup.

Untuk mencari grup yang sesuai dengan bisnis anda, gunakan salah satu kata kunci berikut:

  • “groups named [nama industri]”
  • “groups about [nama industri]”
  • “groups joined by people who like [industri/page/kata kunci lain]”
Mencari grup di Facebook
 
Cari beberapa yang punya banyak anggota…
…tapi jangan yang isinya spam.

Ciri-ciri grup yang bagus:

  • Sering ada tanya jawab
  • Setiap post banyak like/komentarnya
  • Membernya sering berbagi informasi berupa teks/gambar/link
  • Tidak ada post yang tidak berhubungan.
Karena beberapa grup sifatnya ‘closed’, maka mau tidak mau anda harus gabung dulu ke banyak grup. Lalu kalau ternyata jelek, langsung keluar.

Kemudian setelah gabung ngapain?
Langsung promosi?
Jangan. Jangan pernah.
Begini…

Grup Facebook jaman sekarang itu isinya sebagian besar spam. Terutama grup-grup yang sudah tidak dipelihara oleh pemiliknya.

Sedangkan grup yang bagus itu pasti pemiliknya ketat.

Kalau ada yang promosi, langsung ditendang keluar. Sekali kena tendang, maka anda tidak akan bisa gabung lagi ke grup itu.

Maka dari itu, jangan (langsung) promosi.

Yang harus anda lakukan adalah berbagi informasi, panduan, dan bacaan lain yang bermanfaat bagi anggota grup. Selama 1-5 hari pertama tanpa link satupun.

Setelah beberapa hari, setelah dikenal, barulah ajak mereka like page anda.

Salah satu cara tercepat untuk mendapatkan respon positif dari anggota grup adalah dengan berbagi panduan untuk permasalahan tertentu yang dikemas dalam ebook (PDF).

7. Analisa performa page anda sendiri

Sekarang, setelah lebih dari seminggu rutin membuat post di page DAN berpartisipasi di grup, anda akan mulai mendapatkan interaksi.

Anda akan sadar bahwa ada post yang mendapatkan banyak like/komentar/share, ada juga yang sedikit.
Itu bukan karena kebetulan.

Memang ada beberapa jenis dan isi post yang lebih menarik bagi orang lain. Ada juga yang kurang menarik.

Inilah yang harus anda pelajari.

Untuk bisa mendapatkan banyak like, share, komentar, pengunjung, pembeli, maka anda harus selalu membuat post yang menarik bagi mereka.
Maka dari itu, kita harus melakukan analisa.

Lokasinya di menu ‘Insights’ ini:

Melihat insights facebook page

Disinilah letaknya semua informasi yang perlu anda ketahui.
 
Ada beberapa hal yang perlu anda analisa:

  1. Hari apa yang paling banyak follower online
  2. Jam berapa mereka online
  3. Post mana yang mendapatkan paling banyak reach dan engagement
  4. Post mana dari saingan anda yang mendapatkan paling banyak engagement
Untuk mendapatkan data dari saingan, anda bisa masuk ke menu ini:

Menganalisa page saingan
Setelah mengetahui apa yang populer dan kapan waktu terbaik, sekarang yang bisa anda lakukan adalah menyusun rencana konten untuk ke depannya.

8. Optimasi page untuk search engine

Sebelum kita masuk ke yang satu ini, kalau anda belum tahu sama sekali tentang SEO silahkan baca panduan ini.

Kalau sudah silahkan lanjut.
Ehem..

Sebetulnya saya mestinya menempatkan poin ini di awal. Setelah pembuatan page.

Tapi masalahnya, banyak orang yang justru salah fokus. Mereka terlalu mengutamakan SEO untuk page-nya, sehingga profilnya jadi berantakan.

Jadi ingat prinsipnya…

…jangan lakukan SEO berlebihan di Facebook Page.

Kenyamanan dan kemudahan pengguna dalam menggali informasi tetap merupakan yang utama.
Berdasarkan prinsip tersebut, inilah tips SEO untuk Facebook Page:

Nama page

Nama page harus persis sama dengan nama brand anda.
Tapi kalau memang namanya bisa ditambahkan keyword, tambahkan.

Misalnya saya punya jasa fotografi dengan nama ‘Darmawan’. Maka nama page-nya bisa saya buat jadi ‘Darmawan Photography”.

Dengan demikian, page tersebut akan mendapatkan peringkat lebih tinggi ketika ada yang mencari jasa fotografi melalui Google maupun search-nya Facebook sendiri.

Contoh yang tidak baik:

Misalnya saya punya jasa pembuatan website bernama ‘Darmawan’. Karena ingin memasukkan keyword, namanya saya paksakan jadi ‘Pembuatan Website – Darmawan’.
 
Aneh kan?

Intinya, pastikan nama page anda tidak terkesan dipaksakan.

Jangan pula gunakan embel-embel seperti: jasa, jual, beli, dll. (contoh: Jasa Fotografi Darmawan)

Meskipun betul secara SEO lebih bagus, tapi nama page seperti ini justru akan membuat bisnis anda kesannya jadi kurang profesional.

URL

Sama seperti nama page, pilihan pertama untuk URL adalah nama brand.
Kalau ternyata URL nama brand tidak tersedia, biasanya kita akan menambahkan 1 kata di depan atau belakangnya. Disinilah kita gunakan keyword.

Seperti contoh tadi, URL ‘Darmawan’ tentunya sudah tidak tersedia sehingga saya bisa menggunakan ‘DarmawanPhotography”.

Atau anda bisa menggunakan kata kunci lokal.

Misalnya di Google Keyword Planner ada hasil pencarian yang lumayan besar untuk kata kunci “jasa pembuatan website jogja”.

Berdasarkan ini, URL saya bisa jadi “DarmawanJogja”.
Kata kunci lokal itu kata kunci yang mengandung nama daerah.

About

Untuk Facebook Page, about = meta description.
Jadi sama seperti aturan meta description di panduan on-page SEO:

  • Mengandung 1 keyword
  • Menarik, mampu mengundang klik

Alamat & nomor telepon

Ini wajib, tapi sering dilupakan.

Dalam SEO lokal, alamat dan nomor telepon merupakan faktor rangking yang sangat besar.
Jadi ketika ada yang mencari bisnis anda dengan keyword lokal (mengandung nama daerah), maka Facebook Page anda akan mendapatkan peringkat tinggi.

Selain untuk SEO, kolom about anda juga akan jadi seperti ini:

Alamat nomor telepon Facebook page

Backlink

Mari kita berpikir realistis.

Ada beberapa pertimbangan mengapa kita sebaiknya tidak usah pusing dengan urusan backlink pada Facebook Page.

  1. Ini bukan website anda, lebih baik anda menyediakan waktu dan tenaga untuk mengoptimasi website sendiri
  2. Facebook Page normalnya sulit mendapatkan peringkat tinggi
Saya pribadi pernah beberapa kali mengupayakan supaya Facebook Page mendapatkan peringkat tinggi di Google.

Memang bisa…

…tapi tidak lama kemudian akan turun lagi.

Ini karena algoritma Google terhadap Facebook Page tidak stabil.

Jadi satu-satunya backlink yang anda pasang adalah dari website anda sendiri menuju Facebook Page. Tidak perlu terlalu repot.

Facebook Notes

Ini dia.

Kalau anda serius ingin memanfaatkan Facebook Page untuk mendatangkan pengunjung dari Google, maka Facebook Notes adalah jawabannya.
Begini…

Facebook Page itu hanya berupa 1 halaman.

Maka normalnya anda hanya bisa mendapatkan rangking tinggi untuk 1 keyword utama (dan beberapa keyword turunan).

Nah, dengan membuat artikel di Notes kita bisa mengincar kata-kata kunci lain.
Artinya dengan membuat beberapa Notes maka anda bisa mendapatkan rangking tinggi untuk banyak keyword.

Tapi perhatikan 3 hal ini:

  • Jangan terlalu fokus membuat konten di Facebook, sekali lagi ini bukan website anda
  • Jangan mengincar kata kunci dengan persaingan tinggi, cara yang persaingannya SANGAT rendah
  • Selalu pasang link dari notes ke website anda dan Facebook Page
Itulah beberapa hal terkait SEO untuk Facebook Page.

Untuk mulai membuat Notes di Facebook Page, masuk ke menu Settings > Apps > klik tombol Add App pada Notes. Setelah itu, lokasi notes anda ada di sini:

Membuat notes di Facebook

Terakhir, ingat 2 hal: jangan optimasi berlebihan, jangan terlalu bergantung dengan traffic dari mesin pencari.

9. Gunakan Facebook Ads, ini beberapa tips singkat

Sebetulnya panduan tentang Facebook Ads akan dibahas dalam artikel lain, tapi karena saya yakin anda pasti ingin beriklan maka saya bahas secara singkat.


Karena saya terbiasa menggunakan tampilan Facebook dalam Bahasa Inggris, maka anda yang menggunakan tampilan Bahasa Indonesia harap menyesuaikan istilah-istilahnya.

  1. Jangan ‘boost’ post yang sudah diterbitkan. Buat ‘dark post’ melalui power editor
  2. Gunakan gambar yang relevan dengan pesan anda, bukan sekedar yang menarik
  3. Gunakan audiens dari page lain sebagai target interest
  4. Targetkan audiens yang sangat spesifik semakin spesifik semakin baik untuk iklan pertama anda
  5. Pasang remarketing pixel dan conversion tracking pixel di website anda
  6. Pelajari copywriting, wajib
  7. Selalu beritahu apa yang mereka harus lakukan (klik, beli, download, dll.) dan mengapa mereka harus melakukan hal tersebut
  8. Kalau budget anda kecil, utamakan news feed ads
  9. Selalu buat lebih dari 1 variasi untuk copy, gambar, dan targeting, lakukan split testing
  10. Sebaiknya hindari langsung berjualan, berikan mereka manfaat (alasannya dibahas dalam langkah 10)
Itulah 10 tips singkat buat anda.

Kalau ini pertama kali anda mendengar istilah-istilah tadi, wajar. Silahkan pelajari lebih lanjut mengenai Facebook Ads sampai anda siap.

10. Lakukan soft sell, bukan hard sell. Ini caranya

Ini salah satu dari kesalahan dalam social media marketing paling fatal.
Apapun strategi yang anda gunakan, meskipun dengan iklan, kalau anda melakukan hard selling maka hampir pasti akan gagal (kecuali remarketing, biasanya).

Ini karena orang yang aktif di Facebook pada umumnya bukan untuk membeli sesuatu.
Bayangkan,

Orang yang sedang di Facebook untuk melihat-lihat foto keluarga dan teman mereka. Kemudian melihat iklan yang menawarkan produk.

Dengan iklan singkat seperti itu, apakah mereka yang sama sekali tidak punya niat membeli akan terbujuk?

Tidak sama sekali.

Itulah sebabnya Facebook Ads dikenal tidak bisa menghasilkan penjualan.

Berbeda dengan Google AdWords dimana orang yang melakukan pencarian dengan keyword tertentu memang ingin membeli sesuatu.

Maka dari itu di Facebook jauh lebih baik kalau anda melakukan soft selling.
Caranya, dengan memberikan sesuatu.
Misalnya:

  1. Ebook
  2. Konten panduan
  3. Video/webinar
  4. Kupon diskon
Tapi kita tidak akan memberikan kepada mereka secara cuma-cuma.
Melainkan ditukar dengan kontak mereka. Email atau nomor HP.

Inilah tujuan kita, mendapatkan kontak dari mereka yang punya rasa tertarik dengan produk/layanan anda. Meskipun sekarang belum siap membeli.

Dengan demikian, di lain hari kita bisa melakukan kembali “mengingatkan” mereka. Sehingga ketika mereka siap maka mereka akan membeli.

Beberapa poin terakhir yang harus anda ingat

Kita sudah membahas 10 langkah untuk mulai promosi di Facebook. Anda sekarang bisa langsung mulai dari tahap pertama, yaitu mencari 5 saingan.

Sebelum kita akhiri, ada beberapa hal yang perlu saya ingatkan kembali.

  1. Website anda jauh lebih berharga daripada Facebook Page
  2. Ini social media, anda harus ber-sosial-isasi
  3. Jangan pernah melakukan hard sell di Facebook
  4. Pelajari konsep copywriting sebelum anda mulai beriklan

Tips Raih Omset Puluhan Juta Rupiah Dengan Teknik Instagram Marketing untuk Pemula :

  • Buat Deskripsi yang Menarik dan Kreatif, contoh : ngakakkocak, raisaonlineshop
  • Buat Feed yang rapih dan Unik, contoh : ilhamsins, disitucom, akulaku
  • Postingan jangan melulu soal Produk anda, tetapi tentang sesuatu yang bermanfaat dan masih relevan dengan apa yang anda jual (seperti tips dan trik mendesain rumah minimalis atau cara mengakali ruang apartemen yang sempit)
  • Sering sering check dengan hashtag populer di awal mulai instagram dan spamlike, hentikan teknik ini ketika follower anda sudah mendapatkan real follower hingga 10.000

Inti dari SMO atau Social Media Optimization

Nah, dari semua trik-trik yang dijual atau dibagikan gratis oleh para pakar marketing sebenarnya ada satu garis merah yang dapat kita ambil. 

Yaitu bagaimana caranya agar kita bisa menghimpun komunitas. 

Jika kita bisa membuat sebuah basis fans yang sangat banyak maka kita bisa dengan sangat mudah menjual produk kita ke komunitas itu.

Jadi, fokuslah pada jumlah user yang kamu bidik. Tapi, kualitas juga lebih penting. Jangan biarkan kamu punya akun dengan follwer buanyak tetapi pengguna fiktif mendominasi. 

Pastikan jumlah follower kamu itu banyak, tetapi memang real manusia. Bukan boot apalagi fake user.

Untuk memaksimalkan menambahkan follower terbaik untuk facebook, twitter dan instagram, anda bisa baca disini

Semoga bermanfaat untuk anda semua dan sekali lagi terima kasih.

2 komentar: